Menilik Sejarah Hari Valentine sebagai Momen Kasih Sayang

0
10
Hari Valentine
Menilik Sejarah Hari Valentine sebagai Momen Kasih Sayang

ceritatentang.com, Hari valentine sangat identik dengan momen berbagi cinta dan kasih sayang. Valentine dirayakan pada 14 Februari di seluruh dunia. Hari tersebut lekat dengan hari untuk mengungkap kasih sayang dengan ucapan atau hadiah bagi orang-orang dekat. Euforia hari kasih sayang ini memang seringkali terasa ketika bulan Februari datang.

Valentine berawal dari festival Romawi Lupercalia, yang diadakan pada pertengahan Februari yang menjadi tradisi bangsa Romawi kuno. Selain itu Lupercalia juga merupakan tradisi nenek moyang Romawi kuno yang tidak bermoral dan tidak melambangkan kehangatan atau kasih sayang sama sekali. Namun pada sebuah waktu tradisi ini diubah menjadi lebih baik. Festival Lupercalia yang sering kali dilakukan dianggap sebagai salah satu tradisi untuk menghormati Dewa kesuburan pada zaman pra Romawi.

Terlepas dari legenda keterkaitan antara Santo Valentine ataupun Festival Lupercalia. Valentine sendiri menjadi sebuah perayaan atau budaya yang banyak dilakukan oleh berbagai negara termasuk di Indonesia. Banyak hal yang digunakan untuk melambangkan Valentine mulai dari coklat, kartu, bunga ataupun ornamen berbentuk hati

Sejarah Valentine lainnya juga datang dari seorang pendeta asal Roma bernama Valentine, yang memiliki kisah tragis. Legenda ini menceritakan bawah Valentine dipukuli dan berakhir dipancung pada tanggal 14 Februari 278 Masehi. Eksekusi tersebut merupakan sebuah hukuman karena pendeta Valentine dianggap menentang kebijakan seorang Kaisar bernama Claudius II.

Claudius II terkenal kejam setelah membuat Roma terlibat dalam berbagai pertempuran berdarah. Hal ini agar Roma selalu menang dalam peperangan. Sehingga sang Kaisar harus menunjukkan memiliki tentara yang kuat. Namun hal tersebut ternyata sulit untuk diwujudkan, karena menurut sang Kaisar bala tentaranya enggan pergi ke medan perang karena terikat pada istri atau kekasih mereka. Untuk mengatasinya Claudius II melarang semua bentuk pernikahan serta pertunangan yang ada pada Roma.

Sayangnya pendeta Valentine ini menentang kebijakan tersebut, ia berusaha secara diam-diam menikahkan pasangan muda. Tindakan ini ketahuan dan pada akhirnya pendeta Valentine ditahan serta dihukum, kemudian tubuhnya dipukul hingga dipancung. Hukuman ini menjadikan sebuah tanda sebagai peringatan atau perayaan yang dilakukan setiap tanggal 14 Februari.

Sejarah Valentine yang sebenarnya ini memang lebih banyak dipercaya, karena legenda yang beredar menyebutkan bahwa Valentine meninggalkan catatan perpisahan untuk putri penjaga penjara yang menjadi temannya. Dengan tulisan ‘From Your Valentine’ ini menjadi populer dan banyak menginspirasi. Atas jasanya, Valentine dinobatkan sebagai orang suci hingga disebut sebagai Santo Valentine.

Ornamen atau simbolisasi Valentine juga tidak kalah penting dalam sejarahnya. Asal-usul kartu Valentine muncul, Di mana seorang pria sebagai Duke Charles of Orleans menulis apa yang dianggap sebagai kartu Valentine tertua. Ia dipenjara di Tower of London setelah ditangkap di Inggris pada tahun 1415. Charles menuliskan sebuah surat cinta berima untuk istrinya yang kini disimpan di British library.

Karena legenda tersebut muncul, maka banyak masyarakat yang terinspirasi dan memunculkan kebudayaan untuk memberikan ungkapan rasa sayang ketika Valentine tiba. Sedangkan untuk asal-usul coklat Valentine bermula pada abad ke-17 yang dilakukan oleh masyarakat di Eropa dan Amerika Tengah. Kudapan manis merupakan salah satu makanan yang bisa diberikan kepada mereka yang disayang sebagai ungkapan cinta.

Di Indonesia, hari valentine juga menjadi momen yang diingat bahkan kerap dirayakan dengan saling berbagi coklat, bunga atau apapun serba-serbi cantik yang melambangkan kasih sayang. Beberapa memang melarang momen perayaan valentine yang mengatasnamakan keagamaan. Namun masyarakat masih banyak yang tetap merayakan untuk hanya sekedar menjadi keseruan semata.

Berbagai swalayan pun ikut meramaikan momen hari valentine dengan menghias serba-serbi menjadi berwarna merah muda. Bahkan sebelum harinya tiba meja di mal dan supermarket didominasi dengan hiasan bunga, pernak-pernik berwarna hati, diskon makan malam romantis, serta balon-balon yang menyemarakkan berbagai tempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here