Penting! Ini Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

0
29
cara mengatasi anak hiperaktif
cara mengatasi anak hiperaktif ini perlu diperhatikan oleh orang tua.

Ceritatentang.com, Anak yang Hiperaktif merupakan salah satu tantangan bagi orang tua. Dalam kondisi ini anak cenderung tidak bisa diam dan tidak kenal lelah. Ketika orang tua sedang lengah sedikit saja, anak mungkin sudah asik bermain kesana-kesini tanpa terkontrol dan terkadang membuat orang tua was-was. Meski demikian, ada sejumlah cara mengatasi anak hiperaktif yang bisa dilakukan oleh orang tua atau setidaknya membuat mereka tenang dan dibawah kendali.

Hiperaktif yang terjadi pada merupakan suatu kondisi yang menunjukan ketidakmampuan anak untuk mengontrol perilakunya, hingga aktivitasnya melebihi rata-rata anak pada usianya. Anak yang hiperaktif ini biasanya sulit memusatkan perhatian, selalu beraktifitas fisik yang berlebihan, serta bereaksi cepat tanpa pikir panjang.

Hiperaktif menjadi salah satu perilaku yang mungkin dimiliki anak yang memiliki gangguan Attention Deficit and Hiperactivity Disorder (ADHD). ADHD merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak yang menyebabkan aktivitas anak menjadi berlebihan dan lebih agresif. Kondisi ini pun ditandai dengan perasaan yang mudah gelisah, emosi yang berlebihan, tidak dapat duduk tenang, serta cenderung banyak bicara dan sulit untuk fokus.

Akan tetapi ada dua jenis anak yang mengalami hiperaktif. Dia yang emang didiagnosis dokter yang mengalamai ADHD dan si kecil yang hanya memiliki kepribadian yang lebih aktif dari anak lainnya.

Biasanya untuk anak yang terdiagnosis dengan ADHD dokter akan memberikan resep obat serta melakukan terapi untuk mengontrol kondisi anak. Namun, untuk anak yang hanya memiliki kepribadian yang lebih aktif dari anak lainnya ada sejumlah cara mengatasi anak hiperaktif yang bisa diterapkan oleh orang tua. Berikut sejumlah cara untuk menghadapi anak hiperaktif agar lebih tenang:

Bersabar Ini Bukan Ujian, Ini Pelajaran

Anak yang hiperaktif seringkali membuat orang tua merasa kesal. Anak bisa menunjukan perasaan dengan sangat jelas, itu bisa jadi kegembiraan atau ledakan amarah yang datang secara tiba-tiba ketika suasana hatinya memburuk.

Meski demikian, orang tua harus tetap sabar dan tenang dalam menghadapi anak yang hiperaktif. Jangan membentak dan memberikan hukuman fisik kepada anak. Jika orang tua tidak bisa tenang dan malah ikut meluapkan emosi maka Anda akan lebih sulit mengatasi permasalahan itu.

Menjadi tenang dan sabar bisa jadi pembelajaran yang dapat diterapkan kepada anak. Ingat! Anda harus tenang dan berfikir jernih, menghentikan emosi anak dengan bentakan tidak menjadi jalan keluar yang baik, malah membuat kemarahan si kecil semakin terkendali.

Anda bisa melakukan cara mengatasi anak hiperaktif dengan teknik mendinginkan kepala anak yaitu mengajarkan mereka teknik pernapasan sederhana. Mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan selama beberapa kali sampai ia merasa tenang.

Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi

Mengatur makanan yang dikonsumsi menjadi cara mengatasi anak hiperaktif.

Ada sejumlah orang yang beranggapan jika konsumsi gula berlebihan pada anak bisa menyebabkan mereka menjadi hiperaktif, tapi hal ini belum terbukti secara ilmiah. Meski demikian, konsumsu gula rupanya memang bisa mempengaruhi perilaku seseorang.

Efek dari karbohidrat sederhana atau gula ini bisa meningkatkan dan menurunkan kadar darah dalam tubuh dengan cepat. Sesaat tubuh merasa berenergi usai mengkonsumi makanan atau minuman dengan kadar tinggi, namun efeknya hanya sebentar karena kadar gula darah yang tiba-tiba turun.

Kadar gula darah yang tiba-tiba turun pada anak ini dapat mengakibatkan ia menjadi rewel karena seolah-olah si anak kekurangan energi dan sel-sel tubuh pun kelaparan. Hal inilah yang membuat perilaku dan suasana hati anak menjadi tidak stabil.

Alangkah baiknya dan penting bagi orang tua untuk memperhatikan makanan anak yang dikonsumsinya setiap hari. Penuhi asupan nutrisi anak dengan gizi yang seimbang seperti dari buah dan sayuran. Selain itu hindari makanan olahan untuk diberikan kepada anak.

Jauhi dari Gangguan

Hal kecil yang mungkin tak disadari orang tua ini dapat mengalihkan perhatian serta mengganggu konsentrasi anak yang hiperaktif. Hal ini sangat penting untuk orang tua dalam mengatur suasana yang nyaman dan tenang disekitar si anak, apalagi ketika anak tengah mengerjakan PR atau belajar persiapan ujian.

Hindari memaksa anak untuk duduk dengan tenang karena anak akan menjadi semakin gelisah. Orang tua hanya perlu menjauhkan anak dari sumber kebisingan atau hal-hal yang dapat mengganggu konstrasi anak, seperti menjauhkan anak dari area pintu, atau jendela.

Berikan Perhatian dan Kasih Sayang

Orang tua yang memiliki anak yang hiperaktif diperlukan sifat sabar ketika menghadapi anak, khususnya dalam memberi perhatian yang lebih untuk anak.

Perlu dicatat, hiperaktif bukanlah penyakit sehingga cara mengatasinya adalah dengan memberikan perhatian dan kasih sayang yang besar untuk si anak, serta hindari untuk membentak anak sebab perbuatan tersebut hanyalah sia-sia dan membuang energi orang tua. Selain itu malah memperburuk kondisi anak baik secara psikologis serta dapat menimbulkan ciri-ciri depresi berat dan lainnya.

Kenali Bakat Anak

Anak yang hiperaktif sebenarnya bisa dimanfaatkan orang tua untuk mengarahkan anak kepada kegiatan-kegiatan postif yang dapat mengasah bakat anak lho. Anak yang hiperaktif bisa diajak untuk berolah raga atau mengerjakan kegiatan lainnya dibidang seni atau berhitung.

Orang tua perlu mengenali bakat anak, ketika sedang aktif-aktifnya apa yang dia lakukan. Misal anak suka berlari-lari, orang tua bisa mengarahkan anak untuk ikut latihan klub sepak bola atau klub berlari. Mungkin saja suatu saat anak Anda bisa menjadi atlet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here