Potensi Wakaf Asuransi Syariah di Indonesia

0
20
wakaf asuransi syariah 2
potensi wakaf asuransi syariah di Indonesia

Ceritatentang.com, Berkembangnya program wakaf asuransi syariah di Indonesia dengan menawarkan produk berupa program wakaf yang memudahkan dan dinilai menjadi tawaran yang menarik bagi masyarakat muslim di Indonesia.

Wakaf memang sudah tidak asing lagi di kalangan muslim Indonesia, karena Indonesia bisa dianggap sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, jadi istilah wakaf sudah sangat dimengerti.

Wakaf sendiri memiliki pengertian yaitu suatu tindakan kedemawanan dalam Islam yang memberikan manfaat untuk kelanjutan hajat hidup masyarakat luas dan perbuatan ini dijanjikan pahala yang tidak akan terputuh hingga wafat atau selamanya.

Dalam sebuah asuransi syariah yang memiliki fitur wakaf menyatakan jika wakaf yang ditawarkan oleh asuransi syariah tersebut memiliki beberapa jenis, yaitu Wakaf Wasiat Polis Asuransi Syariah.

wakaf asuransi syariah
potensi wakaf asuransi syariah

Wakaf Wasiat Polis Asuransi Syariah adalah wakaf yang berupa polis asuransi syariah di mana nilai investasinya dan manfaat asuransinya akan diwakafkan oleh nasabah. Hal ini tentu dengan sepengetahuan ahli waris yang terkait. Wakaf jenis ini bertujuan untuk pemanfaatan asuransi dengan berinvestasi melalui lembaga pengelolaan wakaf yang memberikan manfaat dan hasil. Manfaat yang ada kemudian akan digunakan untuk kepentingan umat.

Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyatakan melalui data yang ada bahwa potensi wakaf di Indonesia bisa mencapai Rp 180 triliun. Berdasarkan data Bank Indonesia pun dalam sektor sosial Islam yang mencakup sistem wakaf memiliki potensi sebesar Rp 217 triliun atau setara dengan 3,4 persen dari PDB Indonesia.  Tentunya, wakaf yang ada di Indonesia memainkan peran yang sangat penting dalam mempercepat laju pembangunan ekonomi Indonesia serta mendukung kestabilan keuangan.

Pertumbuhan asuransi syariah berbasis wakaf ini mengalami pertumbuhan yang baik dalam dunia asuransi.  Peningkatan ini terjadi karena produk wakaf asuransi adalah produk yang spesifik dan hanya berlaku di asuransi syariah.

Berdasarkan riset di tahun 2017 yang dilakukan oleh Nielsen, menyatakan jika masih banyak masyarakat yang menganggap jika  produk wakaf yang selalu dikaitkan dengan tanah dan bangunan, muncul anggapan jika ingin berwakaf harus mapan atau siap secara finansial.

Terkait hal itu, Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Irfan Syauqi Beik memberikan penjelasan bahwa seacar dasar hukumnya adalah wakaf uang dan asuransi syariah memang dibolehkan.

Irfan menjelaskan, jika melihat pembahasan di kitab-kitab, pendapatan imam empat mahzab yang ada serta pendapat majelis ulama yang kontemporer, semua itu menyatakan boleh. Wakaf berbentuk uang boleh, asuransi juga boleh. Artinya, jika hal tersebut dikombimbinasikan maka akan terbuka peluang yang sesuai dengan syariah, karena pada dasarnya wakaf uang dan wakaf asuransi itu diperbolehkan.

Namun, ketika keduanya dikombinasikan maka ada hal yang perlu diperhatikan agar bisa dianggap tetap sah menjadi instrumen wakaf asuransi. Misal, dari sisi wakaf, pokok nilainya tidak boleh berkurang. Jika dari aspek asuransi syariah juga tidak diperbolehkan untuk dilanggar, seperti kegiatan tersebut tidak boleh mengandung ghoror atau nature. Konsep investasi haruslah sesuai dengan aturan islam atau syariah.

Nasabah wakaf dari asuransi syariah dapat menyiapkan wakaf dalam bentuk uang sejak dini  dan nantinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga kegiatan berwakaf akan lebih ringan dan terencana dengan baik sejak awal.

Hal yang harus digaris bawahi adalah wakaf pada dasarnya memiliki prinsip yang selaras dengan prinsip tolong menolong yang telah menjadi kaidah dasar dari asuransi syariah. Keberadaan  wakaf dapat memberikan manfaat berupa pertologan untuk pihak yang membutuhkan serta memberi keberkah yang berlipat untuk masyarakat yang menyisihkan hartanya untuk berwakaf, dan yang terpenting adalah pahala yang terus mengalir untuk wakif atau orang yang berwakaf. Fitur-fitur inilah yang menjadikan asuransi wakaf sebagai fitur yang paling berpotensi di pasar Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here