Simak Cara Mengajar Anak TK Bagi Orang Tua Di Rumah

0
24
Cara Mengajar Anak TK
Cara Mengajar Anak TK

Ceritatentang.com, Anak merupakan pembelajar yang ulung. Mereka dapat dengan mudah menyerap informasi, dan meniru apa saja, khususnya pada masa golden age atau masa keemasan pada usia 0-6 tahun. Pada masa-masa inilah membuat anak dengan cepat menguasai dan mempraktekan hal-hal yang didengar atau dilihat. Ada sejumlah cara mengajar anak TK yang bisa dilakukan oleh orang tua di rumah.

Namun, ada beberapa orang tua yang tidak memasukan si anak ke sekolah taman kanak-kanak, alasannya pun beragam. Guna menyiasatinya orang tua bisa mempraktekan sejumlah cara yang efektif dan optimal, berikut beberapa caranya:

Di masa inilah anak mulai bersekolah di Taman Kanak-kanak atau TK. Berdasarkan UU Permendiknas No. 146, usia ideal masuk taman kanak-kanak adalah 4 tahun. TK adalah masa persipan sebelum si anak menduduki bangku sekolah dasar (SD). Hal ini bertujuan agar si anak bisa bersosialisasi dengan anak-anak seusianya, serta belajar untuk bisa berinteraksi dengan orang lain diluar lingkungan keluarganya dan belajar disiplin.

1. Optimalkan Beraktivitas Dengan Bahasa Lisan

Dilansir dari harvestsupplement.com ada sejumlah cara terbaik untuk mengajarkan anak yang berusia 3 hingga 6 tahun. Salah satu diantaranya adalah dengan memaksimalkan aktivitas berbahasa secara lisan atau berbicara dengan kosa kata yang diketahuinya. Bahasa lisan dapat dianggap sebagai fondasi atas semua ekspresi berbahasa anak di kemudian hari.

Pada usia ini sebaiknya anak didorong untuk lebih banyak berbicara dengan teman sebayanya. Maka memasukan anak pada sekolah taman kanak-kanak menjadi salah satu pilihan untuk orang tua yang ingin anaknya bisa berinteraksi dengan anak-anak seusianya. Berbicara dengan teman sebaya bertujuan agar si anak bisa mendengar orang lain dan menggunakan kata-kata tersebut. Anak akan belajar lebih banyak, selanjutnya anak bisa melangkah ke titik berikutnya yaitu membaca.

2. Seni Sebagai Bentuk Mengekspresikan Diri

cara mengajar anak TK bagi orang tua di rumah.

Berdasarkan konsep pendidikan Montessori, seni bukan hanya sebuah mata pelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi diri yang bisa melengkapi kegiatan eksplorasi anak. Seni juga bisa menjadi salah satu metode menyalurkan perasaan anak. Materi yang brkaitan dengan seni sebaiknya diikutsertakan dalam materi pelajaran serta dalam lingkungan belajar anak. Dengan demikian seni bisa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari anak.

3. Mengajarkan Keahlian Dalam Menjalankan Kehidupan Sehari-hari

Umumnya anak pada usia prasekolah atau balita senang sekali meniru kebiasaan orang dewasa serta ingin ikut serta dalam kegiatan sehari-hari. Seperti ikut menyapu,  mengenakan sepatu sendiri, makan sendiri mengenakan sendok, dan berbagai hal lainnya yang terkadang terlihat lucu dan menggemaskan. Hal ini lumrah dan bukan bersifat negatif, bahkan orangtua harus memberikan si anak kesempatan untuk mempelajari keahlian-keahlian tersebut.

Anak tidak perlu dituntut untuk melakukannya dengan sempurna pada usia ini, mengajarkannya secara bertahap adalah hal yang tepat. Ketika si anak berhasil melakukannya cukup berikan ia penghargaan sederhana seperti mengatakan ‘anak pintar’, ‘hebat anak ayah’, dan sebagainya.

Kecepatan juga bukan menjadi nilai yang utama, tapi hanya lebih pada usaha dan niatnya saja. Mengajarkan anak di usia ini mengenai keahlian dasar akan memantik anak menjadi mandiri dan percaya diri.

4. Maksimalkan Kemampuan Sensori

Hal yang perlu dimaksimalkan pada anak adalah kemampuan sensorinya. Perlu diketahui jika di dunia ini ada bagian yang tidak terpisahkan seperti warna, bentuk, ukuran, suara, rasa, dan bau. Memiliki pengalaman dengan hal tersebut akan melatik kreativitas anak di masa depan.

Orang tua diharap bisa memilih serta menyiapkan segala kebutuhan yang mencakup seluruh informasi tersebut. Seperti buku cerita bergambar, orang tua bisa menggunakannya sebagai media pembelajaran.

5. Belajar Menghitung Benda-Benda Konkret

Pada usia ini anak bisa mulai diajari cara berhitung. Orang tua bisa menggunakan benda-benda konkret untuk berhitung seperti menggunakan roti yang dimakan si anak, biskuit, buah anggur, atau ketika sedang melihat binatang di kebun binatang. Ketika ini anak bisa diajak untuk belajar menghitung.

Jika anak Anda telah mendapatkan pelajaran menghitung dari gurunya di taman kanak-kanak, orang tua juga perlu ikut mendampingi ketika si Anak tengah belajar. Dengan demikian, pelajaran yang diterimanya di sekolah akan semakin baik.

Orang tua juga bisa ikut berpartisipasi dengan selalu memberikan makanan yang berigizi guna mendukung kesehatan dan kekuatan daya pikir si anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here